Univoxpops

Universitas Negeri VS. Universitas Swasta, Mampukah untuk Bersaing?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Masuk ke universitas negeri memang sudah menjadi impian dan dambaan setiap orang tua untuk anaknya. Hingga muncul sebuah statement yang beredar di masyarakat, “Universitas negeri adalah universitas favorite”. Namun realitanya apa benar jika semua universitas negeri adalah universitas favorite? Apakah universitas swasta tak mampu bersaing dengan universitas negeri?

Menurut beberapa mahasiswa baru dari kampus negeri mengatakan jika masuk kampus negeri adalah suatu kebanggaan tersendiri, karena untuk bisa menjadi mahasiswa universitas negeri harus melewati tes yang disebut dengan SBMPTN dan bersaing dengan ratusan ribu orang se-Indonesia. Karena itu lah mereka merasa bangga bisa masuk di universitas negeri dengan sudah mengalahkan ribuan pesainh. Selain itu, banyak juga masyarakat yang membuat sebuah statement jika mencari pekerjaan lebih mudah kalau lulusan dari universitas negeri karena lebih dijadikan pertimbangan oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun hal tersebut tidak benar adanya. Maka dari itu, Yulvietha Arny, Jurnalis Unipedia, menemukan 10 orang yang menyampaikan pendapatnya mengenai “Universitas Swasta”.

Sepuluh orang diantaranya adalah Windi (21) mahasiswi berasal dari Kota Batu, Silvi Dewi (21) mahasiswi berasal dari Kota Malang, Dannisa (20) mahasiswi berasal dari Kota Batu, Reiza (20) mahasiswi berasal dari Kota Batu, Ravel (22) mahasiswa berasal dari Trenggalek, Syaifudin (22) mahasiswa berasal dari Bali, Zaenal Abidin (21) mahasiswa berasal dari Kota Batu, Yunia (22) mahasiswi berasal dari Mojokerto, Adhitya (22) mahasiswa berasal dari Surabaya dan Fandy (21) mahasiswa berasal dari Balikpapan.

Menurut anda perguruan tinggi mana yang lebih baik? Dan berikan alasannya!

Windi: Perguruan Tinggi Swasta, karena kualitas PTS itu baik.

Silvi: Perguruan Tinggi Negeri, karena memberikan keringanan dalam keuangan perkuliahan dan kelengkapan fasilitas pembelajaran.

Dannisa: Perguruan Tinggi Swasta, karena dulu tidak diterima di perguruan tinggi negeri.

Reiza: Perguruan Tinggi Swasta, karena saya kuliah di perguruan tinggi swasta.

Ravel: Perguruan Tinggi Swasta, karena saya diterima di swasta dan swasta maupun negeri sama saja tergantung orangnya yang menjalaninnya.

Syaifudin: Perguruan Tinggi Negeri, karena pendidikannya di subsidi pemerintah, biasanya fasilitas kampus lengkap dan biaya kuliahnya bisa lebih murah.

Zaenal Abidin: Perguruan Tinggi Negeri, karena terbebas peraturan institusi.

Yunia: Perguruan Tinggi Negeri, karena memiliki aturan yang diatur langsung oleh pemerintah.

Adhitya candra: Perguruan Tinggi Negeri, karena PTN tidak membebankan biaya uang gedung dan mahasiswa juga diberi hak-haknya secara penuh meskipun apa ada nya.

Fandy: Perguruan Tinggi Swasta, karena ternyata setelah saya masuk swasta tidak kalah bagus juga dengan PTN.

Apa yang anda ketahui tentang kelebihan dari universitas swasta?

Windi: Independen dan bernaung dibawah sebuah yayasan.

Silvi: Tambahan fasilitas pendukung yang cukup baik dan kerjasama antar perusahaan dengan kampus lebih besar/banyak.

Dannisa: Kampus swasta memiliki fasilitas penunjang belajar yang relatif lebih baik dari pada kampus negeri.

Reiza: Pilihan jurusan lebih luas.

Ravel: Tidak tergantung dengan pemerintahan.

Syaifudin: Bisa menjadi pilihan saat tidak di terima di kampus negeri.

Zaenal Abidin: Pengembangan fasilitas memadai.

Yunia: Fasilitasnya mumpuni.

Adhitya candra: Fasilitas memadai.

Fandy: Fasilitasnya tidak kalah bagus dengan negeri malahan lebih, biayanya kelebihan.

Menurut anda, apa yang menjadi kekurangan dari universitas swasta?

Windi: Terkadang disepelekan oleh beberapa pihak.

Silvi: Kurangnya pembatasan dalam penerimaan mahasiswa.

Dannisa: Biaya pendidikan mahal.

Reiza: Gedung kurang d perhatikan (umm).

Ravel: Pendanaan tidak dari pemerintah.

Syaifudin: Sistem pembelajarannya yang kurang maksimal dan terkadang dosen tidak adil dalam memberikan nilai.

Zaenal Abidin: Terjerat nama institusi.

Yunia: Biaya yang cukup mahal.

Adhitya candra: Biaya uang gedung yang mahal dan seleksi penerimaan masuk yang sangat mudah sekali.

Fandy: Akreditasinya banyak beberapa kampus swasta yang menurut saya bagus namun akreditasi kampusnya masih B ataupun C.

Banyak masyarakat beranggapan jika mahasiswa dari universitas swasta akan kalah saing dengan mahasiswa dari universitas negeri di perusahaanperusahaan besar. Setujukah anda dengan tanggapan tersebut? Dan apa alasannya?

Windi: Tidak. Persaingan itu berdasarkan skill yang dimiliki mahasiswa itu sendiri, swasta atau negeri bukan jaminan.

Silvi: Tidak. Karena kepribadian/sikap seseorang dalam menentukan kapasitas dalam mencapai dan berkontribusi terhadap suatu hal tidak hanya ditentukan oleh kampus melainkan ditentukan oleh dirinya sendiri.

Dannisa: Tidak. Karena kampus swasta juga memiliki akreditasi yang baik seperti halnya dengan kampus negeri.

Reiza: Karena perguruan tinggi sudah memberi kepastian bahwa mahasiswa/i mereka akan berkualitas.

Ravel: Tidak.. Karena kampus negeri pun juga tidak menjamin bisa di terima di perusahaan besar.

Syaifudin: Tidak. Karena bakat seseorang tidak di nilai dari nilai di kertas ijazah. Jaman sekarang semua orang sudah kuliah dan ilmu dalam bidang apa pun bisa di cari dan di pelajari dengan mudah. Jadi balik kepada individunya dia tipe orang rajin atau malas, kalo dari kampus negeri tapi malas tentu tidak akan lebih baik dari kampus swasta begitupun sebaliknya.

Zaenal Abidin: Tidak. Karena hidup bukan cuma untuk orang no 1.

Yunia: Tidak selalu mahasiswa kampus swasta akan tertinggal. Semua itu terkandung pada individu masing-masing. Apabila ia tekun dan handal dalam bidangnya, maka ia bisa bersaing dengan siapapun.

Adhitya candra: Tidak setuju karena dalam sebuah seleksi pekerjaan pun setiap individu dituntut untuk kompeten dalam bidang/ keahliannya bukan hanya di tentukan dari mana dia lulus/kuliah.

Fandy: Tidak.Karena yang menentukan dunia pekerjaan ketika portofolio ataupun pengalaman pekerjaan seseorang mahasiswa/i sudah cukup untuk masuk ke dunia profesi. Namun kenapa banyak tanggapan seperti itu juga seleksi masuk negeri dengan swasta pun berbeda.

Menurut anda, apa yang membuat masyarakat memandang universitas swasta dengan sebelah mata?

Windi: Mungkin karena masuk swasta lebih gampang daripada masuk negeri. Padahal faktanya tidak seperti itu, semua balik lagi kepada masing masing pribadi.

Silvi: Karena kampus swasta terbilang cukup mahal dan sedikit perasaingan dalam memasukinya.

Dannisa: Karena masuk kampus swasta dianggap relatif mudah atau gampang karena peluang untuk di terima juga besar, sedangkan masuk kampus negeri harus melewati banyak tes yang sangat ketat sedangkan kuota yg disediakan sangat minim.

Reiza: Yang melihat kurang wawasan akan akreditasi, yang sebenarnya swasta atau negeri itu samasama perguruan tinggi yang bagus. Dan mungkin karna swasta dikira kurang berkualitas.

Ravel: Karena ada nama swasta dan swasta kan perseorangan jadi mungkin dari hal biaya yang menjadi pandangan sebelah mata itu.

Syaifudin: Karena pada zaman dulu, kampus swasta tidak mendapat dukungan oleh pemerintah, jadi dalam fasilitas maupun teknologi sering kali tertinggal, jadi hal tersebut kampus swasta menjadi di pandang sebelah mata.

Zaenal Abidin: Karena kampus swasta berkembang dengan ada nya mahasiswa yang kurang memadai namun tidak dilihat perkembangan tiap tahunnya.

Yunia: Mungkin karena kampus swasta juga jarang diekspos oleh media, serta biaya yang dikeluarkan cukup mahal.

Adhitya candra: Iya mungkin karena gengsi lebih di utamakan bagi manusia – manusia zaman ini jadii wajar saja jika orang lebih memandang kampus negeri akan lebih dapat menghasilkan SDM yang berkualitas meskipun kenyataan yang terjadi ialah kualitas SDM ditentukan oleh peran dari dalam individu masing-masing.

Fandy: Seleksi masuk berbeda, masyarakat masih beranggapan bahwa gengsi untuk menggunakan almamater negeri lebih baik, biaya kuliah mahal tidak menyesuaikan budget masyarakat yang minat.

Sebagian besar orang menganggap universitas negeri selalu menjadi universitas favorite dan memiliki pandangan yang lebih baik daripada universitas swasta. Statement masyarakat tentang universitas negeri lebih baik dibanding kampus swasta tidak sepenuhnya benar. Sebuah universitas dianggap berkualitas dan baik tidak hanya dinilai dari status negeri atau swastanya melainkan melalui akreditasi yang didapat oleh universitas tersebut. Namun, tak hanya itu saja, suatu universitas juga dapat dikatakan baik apabila dapat menumbuhkan para generasi penerus bangsa sebagai bibit unggul yang berkualitas dan beprestasi.

Selain itu, masyarakat juga beranggapan jika masuk universitas swasta membutuhkan biaya yang cukup mahal. Untuk hal tersebut memang benar adanya, karena universitas swasta tidak memperoleh subsidi dari pemerintah. Dengan begitu, setiap mahasiswa harus membayar uang gedung, biaya untuk penunjang kuliah dan SPP yang dapat dikatakan nominalnya lebih tinggi daripada universitas negeri.. Namun, dengan biaya yang dibayarkan cukup mahal tersebut membuat universitas swasta dapat memberikan fasilitas lengkap yang dibutuhkan oleh mahasiswanya.

Jadi dengan hal ini dapat dibuktikan bahwa universitas swasta mampu bersaing dengan universitas negeri. Tidak semua universitas swasta buruk dan tidak semua universitas negeri baik. Jangan menilai sebuah universitas hanya dari “judulnya” saja, tetapi ketahui juga bagaimana potensi di dalam universitas tersebut. (YAP)

Sumber Gambar : sevima.com

Write A Comment