Uniculture

Sekolah Masa Kini a.k.a Full Day School

Pinterest LinkedIn Tumblr

Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alamnya. Semakin melimpahnya sumber daya alam yang ada maka dibutuhkan pula para sumber daya manusia yang berkualitas dan cerdas. Sesuai dengan cita-cita Republik Indonesia yang ingin mencerdaskan bangsa, maka para generasi penerus bangsa harus menempuh dunia pendidikan. Maka dari itu, kurikulum serta sistem pendidikan di Indonesia harus dibuat sedemikian rupa untuk hasil yang maksimal. Sitem pendidikan di Indonesia kerap kali berubah-ubah, dengan adanya perubahan ini diharapkan supaya sistem pendidikan di Indonesia dapat semakin komplek dan menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih baik.

Sistem pendidikan baru yang diterapkan di Indonesia saat ini adalah Full Day School atau FDS. Sistem Full Day School merupakan aturan lima hari sekolah dalam seminggu dengan waktu pembelajaran dalam sehari yang mengharuskan siswa untuk menghabiskan waktunya selama kurang lebih 8 jam di sekolah. Untuk sekolah yang sudah menerapkan Full Day School, sekolah dimulai dari jam 07.00 – 16.00. Selama 8 jam ini siswa dapat melakukan berbagai kegiatan akademik dan non akademik (ekstrakurikuler).

“Program full day school ini dengan sekolah hanya masuk 5 hari dan free 2 hari yaitu sabtu dan minggu. Proses pembelajarannya tentu dalam sehari ditambah jam nya, yang biasanya hanya 6 jam sekarang bertambah padat 8 – 10 jam atau sehari 5 – 6 mata pelajaran,” ujar Fathir Fauzan, Siswa dari SMA Negeri 1 Batu.

“Penerapan full day school dilakukan di hari senin – jumat. Dari pukul 06.45 – 15.15. Ekstrakurikular dilaksanakan di hari aktif maupun di libur seperti hari sabtu,” jelas Marissa Soffi Zulvia, Guru SMK Negeri 12 Malang.

Banyak sekolah di Indonesia yang sudah menerapkan sistem Full Day School ini, mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA. Namun, tidak semua sekolah sudah menerapkan sistem tersebut. Hanya sekolah-sekolah yang sudah siap dan memenuhi sarana prasarana saja yang sudah menerapkan sistem FDS.

Adanya sistem Full Day School ini tentu membuat pro dan kontra. Ada beberapa pihak yang sangat mendukung  dengan sistem baru ini karena melihat manfaat dan keuntungan untuk siswa, tetapi ada pula pihak yang menentang pemberlakuan sistem baru tersebut dengan berbagai macam alasan.

“Setuju, karena pelaksanaan full day school merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan, baik dalam prestasi maupun dalam hal moral atau akhlak. Dengan mengikuti full day school, orang tua dapat mencegah dan menetralisir kemungkinan dari kegiatan-kegiatan anak yang menjerumus pada hal negative,” jelas Marissa.

“Efektif atau tidak tergantung dengan kurikulum yang diterapkan di sekolah dan bagaimana cara guru mengajar agar murid tidak merasa bosan dalam kelas. Sehingga dari situ guru di targetkan membuat siswa bisa lebih semangat dan tertarik dengan mata pelajaran yang diajarkan,” sambungnya.

Dengan diterapkannya Full Day School ini tidak akan lepas dari adanya dampak positif dan dampak negatif. Sofia Rizky, siswi dari salah satu sekolah yang sudah menerapkan Full Day School yaitu SMA Negeri 1 Blora ini akan memaparkan beberapa pendapatnya mengenai dampak positif dan dampak negatif dari FDS yang telah dialaminya.

Dari segi dampak positif yang pertama, mendapatkan waktu lebih untuk belajar. Sehingga lebih bisa memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Kedua, siswa difokuskan untuk belajar. Jadi siswa tidak ada kesempatan untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat. Ketiga, jarang ada pekerjaan rumah. Dengan adanya tambahan waktu proses pembelajaran saat ini guru sudah jarang sekali memberi siswa pekerjaan rumah, sehingga beban siswa akan pekerjaan rumah sudah terhapuskan. Keempat, ada kegiatan ekstrakurikuler. Dengan adanya ekstrakurikuler siswa dapat menggali bakat dan minat yang dimilikinya. Kelima, waktu libur untuk bersama keluarga lebih banyak, yaitu pada sabtu dan minggu.

Dan untuk dari segi dampak negatifnya adalah yang pertama, kelelahan. Delapan jam waktu yang lama untuk berada di sekolah, sehingga saat jam terakhir siswa sudah tidak fokus belajar karena mengantuk. Kedua, kurangnya interaksi dengan keluarga. Lima hari dalam seminggu menghabiskan waktu di sekolah, dari pagi hingga sore bahkan bisa saat malam baru sampai rumah. Lalu karena kelelahan, sesampainya di rumah langsung istirahat. Ketiga, fasilitas yang kurang memadai. Salah satunya adalah kurangnya ruangan praktek atau laboratorium, karena jika pembelajaran selalu dilakukan didalam kelas membuat jenuh.

Maka dari itu, adanya sistem Full Day School ini sangat begitu berdampak bagi siswa, guru, orang tua dan pendidikan di Indonesia. Disamping memberikan dampak baik dan buruknya, siharapkan semoga pendidikan di Indonesia dapat berkembang dengan baik dan berkualitas sehingga mampu menghasilkan bibit unggul untuk para generasi penerus bangsa. (YAP)

Sumber Gambar : janethes.com

Write A Comment