Inspiratif

Nanda Mahasiswi UMM, Menerima Beasiswa Hingga Negeri Tirai Bambu

Pinterest LinkedIn Tumblr

“Kejar lah ilmu sampai ke Negeri Cina”, sebuah pepatah penuh makna bagi siapa saja yang selalu haus akan ilmu. Ketika kita selalu haus akan ilmu, tidak ada hal yang sia-sia di dalamnya. Tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat, karena sejatinya ilmu merupakan anugerah yang luar biasa saat kita merasakannya. Dengan ilmu, kita akan lebih mudah untuk menjalani lika-liku kehidupan dan mendapat banyak manfaat.

Salah satu manfaat dari memiliki banyak ilmu adalah prestasi. Menjadi mahasiswa yang berprestasi tentu sudah menjadi sebuah impian setiap mahasiswa. Untuk menggapai cita-cita dan prestasi pasti membutuhkan sebuah proses yang panjang. Mahasiswa yang berprestasi pasti sudah tergolong dalam mahasiswa istimewa. Karena dengan prestasi, seorang mahasiswa tersebut dapat memperoleh beasiswa. Seperti yang dialami oleh salah satu Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Gadis cantik berprestasi yang bertubuh mungil, berkulit sawo matang dan hobi membaca serta memiliki cita-cita dapat membawa manfaat untuk semua. Selalu tersenyum lebar dan bersikap ramah kepada semua orang yang ia kenal maupun tidak dikenal. Serta berpakaian khasnya yang selalu digunakan adalah pakaian yang menutup aurat. Gadis ini adalah Nanda Laily Maulidin Fajrur, lahir di Sidoarjo pada 16 juni,  21 tahun silam. Nanda memulai pendidikannya dari SD hingga SMP di Sidoarjo, lalu melanjutkan MA di Mojokerto. Setelah lulus MA, Nanda melanjutkan study ke perguruan tinggi swasta yang ternama di kota Malang yaitu Universitas Muhammadiyah Malang dengan mengambil jurusan S1 Ilmu Komunikasi. Seiring dengan berjalannya waktu, nanda memperoleh beasiswa summer camp ke Negeri Tirai Bambu.

 “Beasiswa summer camp itu beasiswa pertamaku selama kuliah. Semua bermula dari kebijakan sekolahku yang mengharuskan setiap siswa harus belajar bahasa Mandarin, karena itu adalah salah satu muatan lokal bahasa yang harus dikuasai oleh siswanya. Jadi aku sudah memiliki basic bahasa Mandarin sejak di aliyah. Saat melanjutkan kuliah di UMM ini aku lanjut belajar di China Corner UMM,” ujar Nanda.

“Selain kuliah, aku menjadi kru di koran UMM dan juga sempat menjadi asisten dosen asing selama satu tahun. Kesibukan lainnya aku isi dengan mengikuti kegiatan atau program-program yang ada di kampus seperti menjadi volunteer dan turut serta di program Learning Express,” sambungnya.

Awal mulanya, Nanda tidak memiliki ketertarikan terhadap bahasa Mandarin. Namun, kebijakan dari sekolah yang mengharuskan untuk mempelajari bahasa Mandarin membuatnya  mulai tertarik dan akhirnya memiliki basic bahasa mandarin sejak duduk di bangku aliyah. Dari situ, Nanda tidak ingin menyia-nyiakan ilmu yang sudah didapat saat sekolah hilang begitu saja. Untuk itu, di awal masuk kuliah Nanda ingin memperdalam lagi belajar bahasa Mandarin di China Corner UMM. Di sela waktu kuliah, Nanda juga menjadi asisten dosen asing. Nanda diharuskan untuk menggunakan bahasa utamanya adalah bahasa Inggris dan bahasa Mandarin, hal ini menjadikan skill bahasa yang dimilikinya semakin bertambah. Untuk itu Nanda memiliki tekad yang tinggi untuk mendaftar beasiswa summer camp.

Setelah mendaftar beasiswa summer camp, Nanda mengikuti beberapa seleksi yang sudah ditetapkan oleh kampus dan pada akhirnya ia dinyatakan lolos untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Setelah dinyatakan lolos, tentunya banyak hal yang harus dipersiapkan. Dalam kurun waktu kurang lebih hampir dua bulan lamanya, Nanda melakukan bimbingan khusus dan mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan sebelum berangkat. Setelah semua telah siap, Nanda berangkat menuju Negeri Tirai Bambu tersebut.

Beasiswa summer camp ini hanya berjalan selama dua minggu saja, untuk itu Nanda memanfaatkan waktu yang ada dengan semaksimal mungkin. Disana Nanda banyak mendapatkan pelajaran dan ilmu yang baru ia ketahui. Salah satu budaya yang paling menarik menurutnya adalah Bahasa Mandarin. Nanda sangat senang dan bersyukur dapat merasakan meraih ilmu hingga ke Negeri Cina.

Menjadi mahasiswa yang berprestasi tentu tidaklah mudah. Namun, jika kita ingin mencoba dan selalu berusaha dengan keras maka tidak akan ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Usaha yang sudah dilakukan dengan berusaha semaksimal mungkin dan ikhlas tidak akan menghianati hasilnya. (YAP)

Write A Comment