Univoxpops

Pengaruh Gadget Pada Pertumbuhan Anak Usia Dini

Pinterest LinkedIn Tumblr

Kemajuan teknologi di era globalisasi saat ini begitu pesat. Fenomena ini dibuktikan dengan banyaknya teknologi yang membuat aktivitas dan kegiatan manusia menjadi mudah. Salah satu teknologi yang mempermudah kehidupan manusia adalah gadget. Gadget atau smartphone dapat menjadi media untuk mendapatkan informasi, mempermudah komunikasi dengan yang jauh dan segala macam fitur atau aplikasi yang manusia butuhkan ada di gadget tersebut. Banyak kalangan sudah memakai gadget dari anak muda, orang tua hingga anak usia dini sudah memainkan gadget.

Mengapa anak usia dini juga ikut bermain gadget? Karena banyak orang tua yang membebaskan anaknya untuk bermain gadget dengan alasan untuk mengatasi bosan pada anak. Hal yang dilakukan yaitu dengan cara menggunakan fitur dan aplikasi yang memiliki daya visual menarik. Tak heran banyak orang tua yang beranggapan, jika gadget bisa menjadi teman bermain yang menyenangkan dan mudah dalam pengawasan mereka. Namun, apakah penggunaan gadget pada anak usia dini baik dan aman untuk pertumbuhannya? Kepada Mutiara Happy Lucyastuti, Jurnalis Unipedia, terdapat 14 orang yang menyampaikan pendapatnya mengenai “Pengaruh Gadget Pada Pertumbuhan Anak Usia Dini”.

Empat belas orang diantaranya adalah Rendy Prasetyo (31) Karyawan Swasta asal Jakarta, Adhi (29) Karyawan Swasta asal Jakarta, Riska Olifia (27) Karyawan Swasta asal Jakarta, Suci Wahyuni (27) Karyawan Swasta asal Kota Bekasi, Laily (34) Ibu Rumah Tangga asal Jakarta, Aulia (29) Freelancer asal Jakarta, Dwi Alika (21) Mahasiswa asal Serang, Tami (29) Karyawan Swasta asal Malang, Jepi (29) Ibu Rumah Tangga asal Cikarang, Dedi Suhendri (30) Wiraswasta asal Jakarta, Febrianne Carlissa (27) Ibu Rumah Tangga asal Bogor, Nadia Fevaliana (30) Ibu Rumah Tangga asal Bogor, Nadiyatussaniyah (29) Pegawai Swasta asal Jakarta, dan Eka Prastya (30) Ibu Rumah Tangga asal Jakarta.

Sejak usia berapa anak Anda sudah mengenal gadget?

Rendy Prasetyo: 1 tahun.

Adhi: 10 bulan.

Riska Olifia: 3 tahun.

Suci Wahyuni: 1 tahun.

Laily: 3 tahun.

Aulia: < 1 tahun.

Dwi Alika: 7 bulan.

Tami: 1 tahun.

Jepi: 1 tahun.

Dedi Suhendri: 2 tahun.

Febrianne Carlissa: 1 tahun (kurang lebih).

Nadia Fevaliana: 2 tahun.

Nadiyatussaniyah: 1 tahun.

Eka Prastya: 1,5 tahun.

Jika anak Anda sudah mengenal gadget, apakah anak Anda mengalami kecanduan?

Rendy Prasetyo: Tidak.

Adhi: Bisa jadi.

Riska Olifia: Kelihatannya iya. Karena visual lebih disukai oleh anak.

Suci Wahyuni: Penurunan sosial terhadap disekitar.

Laily: Tidak.

Aulia: Ya.

Dwi Alika: Bisa jadi.

Tami: Tidak.

Jepi: Iya.

Dedi Suhendri: Tidak, karena tidak sering.

Febrianne Carlissa: Tidak.

Nadia Fevaliana: Tidak.

Nadiyatussaniyah: Ya.

Eka Prastya: Sejauh ini tidak.

Menurur Anda, apa dampak negatif / buruk dari penggunaan gadget pada anak usia dini?

Rendy Prasetyo: Apabila tidak terkontrol pengaruh negatif akan merusak perkembangan anak dan merusak kesehatan mata.

Adhi: Itu tadi, males belajar, males mandi dan males mau ngapa-ngapain.

Riska Olifia: Dampak negatif gadget bagi pertumbuhan usia dini seperti, mereka dewasa sebelum waktunya. Hal ini disebabkan karena yang mereka lihat/tonton di gadget. Kemudian anak jadi mengenal hal-hal tertentu yang belum diajarkan orang tua, tetapi sudah mereka dapat di gadget. Terbawanya kebiasaan buruk yang mereka tonton, seperti saat mereka melihat youtube yang menanyangkan anak bercanda kasar dengan temannya atau mereka melihat adegan anak bayi yang membuat mereka seolah menjadi bayi lagi. Oleh karena itu perlunya pengawasan dan time control bermain anak dengan gadget.

Suci Wahyuni: Mata akan menjadi minus kalau terus terusan memegang gadget.

Laily: Kalau anak dikasih kebebasan bermain gadget pasti akan kecanduan.

Aulia: Anak jadi lebih mudah marah-marah atau bahkan tantrum dan saat sedang pegang gadget tidak respon ketika dipanggil atau diajak bicara.

Dwi Alika: Sejauh ini belum terlihat.

Tami: Lost focus, malas beraktifitas.

Jepi: Susah dibilangin.

Dedi Suhendri: Dampaknya akan kecanduan dan bergantung dengan gadget. Itu pun kalau kita sering izinkan anak menggunakan gadget.

Febrianne Carlissa: Negatifnya, anak mungkin akan malas belajar, terpapar radiasi, atau mungkin bisa melakukan tindak kejahatan.

Nadia Fevaliana: Akan memberikan contoh yang tidak baik jika orang tua tidak membatasi apa yang boleh dan tidak untuk dilihat atau ditonton.

Nadiyatussaniyah: Kecanduan. Jadi sering nangis kalau tidak dikasih gadget.

Eka Prastya: Mungkin jika sudah asik dengan gadget, akan susah untuk diarahkan. Jika dilarang pasti akan marah.

Lalu, apakah ada dampak positif / baik dari penggunaan gadget pada anak usia dini? Berikan alasannya.

Rendy Prasetyo: Ada, karena banyak memberikan edukasi sesuai dengan umurnya.

Adhi: Ada, karena anak dapat mengetahui teknologi, tidak kuper.

Riska Olifia: Tak bisa dipungkiri, bahwa gadget juga memberikan pengaruh positif bagi anak seperti mereka bisa belajar sambil bermain di gadget dengan download-an aplikasi belajar yang kita pasang di gadget. Sehingga mereka tidak bosan dengan metode belajar yang visualnya tidak monoton. Mereka lebih mudah menangkap ‘pelajaran’ dengan gambar dan suara.

Suci Wahyuni:  Ya tentu, jika dipakai dengan baik. Seperti mengetahui apa yang tidak diketahui, imajinasi anak akan kuat karena melihat audio dan visual yang memadai di gadget.

Laily: Ya, asalkan diarahkan ke tontonan atau permainan yang mendukung perkembangan anak dan orang tua wajib mendampingi.

Aulia: Ya, saya bisa melatih anak menghafal alqur’an atau do’a-do’a melalui video, bisa mengajak anak bernyanyi lewat video, bisa melatih berbahasa yang baik dan menambah kosakata lebih banyak.

Dwi Alika: Bisa.

Tami: Bisa, bila diarahkan ke hal-hal yang positif.

Jepi: Bisa, kasih tontonan edukasi yang bermanfaat.

Dedi Suhendri: Bisa, kalau kita kenalkan gadget dengan hal yang baik-baik. Contohnya dengan memberikan anak tontonan mengenai agama.

Febrianne Carlissa: Positifnya, anak mendapatkan banyak pengetahuan dan anak menjadi lebih kreatif.

Nadia Fevaliana: Bisa, seperti mempelajari angka dan huruf dan nyanyian anak-anak.

Nadiyatussaniyah: Mengetahui angka, huruf, warna, binatang dan benda dengan cepat.

Eka Prastya: Bisa, jika orang tua terus mendampingi dan mengedukasi. Jangan dibiarkan anak main gadget sampai asik sendiri dengan alasan yang penting anteng.

Menurut anda, bagaimana cara efektif untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak usia dini? 

Rendy Prasetyo: Mengontrol dan menyaring ke arah positif.

Adhi: Membatasinya.

Riska Olifia: Cara mengatasinya dengan time control. Sebisa mungkin kita membatasi waktu bermain anak dengan gedget dan ikut mengawasi penggunaannya. Sehingga kita bisa ‘menyaring’ apa yang mereka lihat/mainkan dan mereka tidak sepenuhnya ‘mengadobsi’ apa yang telah mereka tonton di gadget ke kehidupan nyata mereka. Serta tetap memberika arahan dan penjelasan ke mereka agar mereka pun paham kenapa hal ini tidak boleh dan hal itu boleh.

Suci Wahyuni: Membatasi waktu penggunaan gadget.

Laily: Dibatasi waktu bermainnya.

Aulia: Tidak membiarkan anak mengakses aplikasi (contoh: youtube) sendiri, harus dibatasi dengan cara memberi waktu (alarm), harus ada komitmen antar kedua orang tua dan lingkungan tempat tinggalnya, seperti kakek, nenek, om, atau tante untuk mendukung atas komitmen orang tua tersebut.

Dwi Alika: Pemantauan yang cukup.

Tami: Dengan mengarahkan ke hal-hal yang mendidik, membatasi penggunaan dan mengawasi dengan ketat.

Jepi: Tukeran ice cream.

Dedi Suhendri: Larang anak untuk tidak keseringan memakai gadget, awasi bila sedang menggunakan gadget dan beri tontonan yang bermanfaat.

Febrianne Carlissa: Lebih banyak bersosialisasi, orang tua harus lebih banyak menemani anak bermain saat dirumah. Gadget mungkin bisa dialihkan atau diganti dengan buku atau lainnya.

Nadia Fevaliana: Orang tua yang harus tegas. Batasi apa yang boleh dilihat, dampingi selalu dan jelaskan kepada anak secara detail jika mereka dilarang untuk melihat/menonton hal tertenty secara baik dan perlahan.

Nadiyatussaniyah: Lebih di batasi dan diawasi.

Eka Prastya: Pada anak usia dini kebanyakan main gadget untuk menonton youtube. Orang tua mungkin bisa arahkan, jika ingin menonton bisa menggunakan media lain, seperti tv.

Menurut hasil pengumpulan data secara online melalui google form tersebut, sebagai besar anak usia dini sudah mengenal gadget dari usia satu hingga tiga tahun. Penggunaan gadget sangat mempengaruhi pertumbuhan anak usia dini. Tidak dapat dipungkiri, jika gadget juga memiliki banyak manfaat apalagi digunakan dengan cara yang benar dan semestinya.

Dampak positif dari penggunaan gadget pada anak usia dini yaitu anak dapat mengembangkan imajinasinya melalui visual, mendapatkan banyak pengetahuan, membantu pelatihan proses belajar, karena terbiasa mengenal gambar, huruf dan angka, serta membuat anak menjadi lebih kreatif. Namun, jika dilihat dari sisi negatifnya yaitu dapat menyebabkan penurunan kosentrasi belajar, kurangnya bersosialisasi terhadap sekitar, malas belajar hingga dapat menyebabkan kecanduan.

Maka dari itu, peran orang tua sangat lah penting dan dibutuhkan dalam mengawasi anak saat menggunakan gadget. Perlu adanya filterisasi dan pembatasan waktu untuk anak saat asyik menggunkan gadget. Jadi, diharapkan bagi orang tua yang memiliki anak usia dini, dapat mendidik anak dengan cara memberikan pemahaman secara baik dan perlahan tentang bahaya dari penggunaan gadget yang berlebihan. Supaya anak tak lagi ngambek dan marah jika tidak diberikan gadget untuk bermain. (ARA)

Mutiara Happy
Author

Write A Comment