Uniculture

Kupas Tuntas “AIESEC UMM”

Pinterest LinkedIn Tumblr

Apa kalian pernah mengenal istilah AIESEC sebelumnya? Atau hanya sekedar mendengarnya? AIESEC adalah dari singkatan Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales yang memiliki terjemahan Asosiasi untuk Pertukaran Pelajar dalam Ekonomi dan Perdagangan Internasional. Organisasi ini berdiri pada 1948 dan didirikan oleh beberapa mahasiswa dari 6 universitas yang ada di dunia. Tetapi, di Kota Malang sendiri sudah ada cabangnya. Salah satu AIESEC yang ada di Kota Malang, yaitu AIESEC UMM. Apa kalian tertarik untuk mengenalnya? Mari kita kupas tuntas tentang AIESEC UMM!

AIESEC UMM dibentuk pada 2012 dan didirikan oleh Rendra, salah satu mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammdiyah Malang yang lulus pada 2013.  Awalnya, AIESEC tidak dibentuk sebagai UKM, melainkan sebagai external organisation di bawah naungan AIRO dikarenakan kegiatan AIESEC UMM melibatkan mahasiswa asing. AIESEC UMM resmi menjadi UKM pada 2019 dan di bawah naungan kemahasiswaan yang bernama “Global Student Club”. 

Pada 2012, AIESEC yang ada di Kota Malang hanya ada di Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang. Di Universitas Brawijaya, AIESEC menjalankan program sosial – budaya. Kemudian, para alumni UMM merasa bahwa AIESEC UMM juga mampu menjalankan program tersebut untuk menyebar impact dan mendapat impact dari beberapa mahasiswa UMM maupun dengan mahasiswa asing dalam mengerjakan sosial – budaya project yang ada di luar negeri. Awalnya, AIESEC UMM membuat dan menyusun proposal untuk disetorkan ke AIESEC Indonesia. Dan pada akhirnya AIESEC UMM diterima, karena melihat potensial mahasiswa UMM yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk menyebarkan impact. AIESEC UMM yang merupakan UKM “Global Student Club” ini memiliki dua program yang dijalankan.

Pertama, outgoing exchange. Yaitu, memberangkatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang ingin mengerjakan sosial – budaya project ke luar negeri.

Kedua, incoming exchange. Yaitu, mendampingi sekaligus memberikan edukasi kepada mahasiswa asing yang ingin melaksanakan project di Kota Malang.

“Kegiatan yang berhubungan dengan sosial – budaya itu salah satunya adalah incoming exchange. Disitu kita merasa benar-benar bekerja maksimal, dengan mengajak mahasiswa UMM untuk dijadikan local volunter untuk menemani mahasiswa asing yang sedang mengerjakan project di Kota Malang. Projectnya itu ada tiga yang berfokus di pendidikan, ekonomi dan lingkungan. Project ini berjalan selama enam minggu dan mahasiswa asing tinggal di Kota Malang juga selama enak minggu,” ujar M.Syaiful Ma’arif, President AIESEC UMM.

“Di sini kita juga melibatkan beberapa dosen UMM  dan warga malang yang ingin menampung atau mengasuh mahasiswa asing ini. Nah, disitu kita harap impact yang diberikan oleh mahasiswa asing ini bukan hanya pada sekolah, bukan hanya pada komunitas, tetapi bisa juga kepada warga Kota Malang. Contohnya, seperti host family, keluarga yang mengasuh mahasiswa asing ini. Jadi, cross cultural on the standing jauh lebih dalam dan bisa lebih luas lagi,” tambahnya..

Baru-baru ini AIESEC UMM mengadakan acara “Global Cultural Exchange” yang diadakan pada Februari 2020 dan berlokasi di kantin 3,5 GKB I UMM. Pada acara tersebut memiliki tujuan untuk mengenalkan macam-macam budaya asiang dan dikenalkan langsung oleh mahasiswa asing. Hal itu dilakukan dengan cara ini menyanyi, dancing atau sekedar memperkenalkan barang-barang yang ada di negara mereka masing-masing. Mereka juga memperkenalkan kebiasaanmereka dan sekolah yang ada di negara mereka seperti apa, bahkan juga tentang cemilan-cemilan kecil di negara asal mereka. Negara yang ikut serta dalam sosial – budaya  “Global Culture Exchange” ini antara lain Jepang, China, Mesir, Italia, Spanyol, Catalunya, Vietnam, Denmark, Thailand, Jerman, Turki dan Algeria.

“Jadi disini aku yang mengurus kedatangan foreign ke Malang dari tahap interview, preparing project, host family, IMC, dan lain-lainnya. Intinya jobdesc aku di department IGV ini harus taking care mahasiswa asing mulai dari dia keterima interview untuk datang ke Indonesia, sampai dia balik lagi ke negara asalnya,” jelas Aurel yang menjabat di department IGV.

Bukan hanya “Global Culture exchange” saja yang sukses dalam acara AIESEC UMM. Sebelumnya, pada 2019, AIESEC UMM mengadakan acara “Global Village Festival” di Taman Krida Budaya Malang. Di mana pada acara tersebut banyak mahasiswa asing yang ikut berpartisipasi. Acara tersebut memberikan kesempatan masyarakat yang hadir untuk merasakan suasan yang ada di luar negeri, mengenal budaya asing dan makanan khas beberapa negara. Dalam acara tersebut, AIESEC UMM mengundang beberapa kepala pemerintah yang ada di Kota Malang.  

AIESEC UMM tidak hanya sebatas mencari trending akan kepuasan mereka mendatangkan orang asing ke Indonesia untuk berpartisipasi dalam event yang mereka adakan. Tetapi, AIESEC UMM juga mencari cara supaya mahasiswa atau orang asing yang datang ke Indonesia juga bermanfaat bagi warga sekitar. Bagaimana? Keren bukan organisasi AIESEC UMM? (ARA)

Mutiara Happy
Author

Write A Comment