Healthypedia

Pentingnya Mencegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Pinterest LinkedIn Tumblr

“Mencegah lebih baik daripada mengobati” adalah sebuah pepatah kuno yang memang baik maknanya. Mendengar kata “kanker” pasti membuat orang yang mendengarnya merasa ketakutan. Salah satu penyakit kanker yang mengerikan bagi wanita adalah kanker serviks. Di Indonesia sendiri kematian kanker serviks pada wanita saat ini sudah terbilang tinggi dan sebagian besar disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui kontak langsung dengan area genetial atau hubungan seksual, yaitu Human Papilliomavirus (HPV).

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker mematikan dan menakutkan, yaitu dengan munculnya sel-sel ganas pada leher rahim wanita. Dimana leher rahim tersebut memiliki fungsi sebagai jalan untuk proses kelahiran calon bayi. Apabila serviks dalam keadaan sehat, tentu akan menjadi jalan yang baik bagi calon bayi. Salah satu cara untuk mencegah terkena penyakit kanker serviks ini adalah dengan pemberian imunisasi atau vaksin kanker serviks.

“Imunisasi atau vaksin kanker serviks ini bisa dilakukan sejak usia remaja atau dapat juga dilakukan sejak usia 9 tahun dengan kadar dosis yang berbeda-beda dan tentu ada efek sampingnya,” ujar Rini Dwi Retnowati, salah satu Bidan di RSUKH Batu yang saat ini sedang menjabat sebagai Ketua IBI Kota Batu.

“Imunisasi itu hanya berfungsi sebagai menambah kekebalan tubuh saja. Namun, bila ada seseorang yang sudah melakukan vaksin HPV, kemudian beberapa tahun setelah melakukan vaksin ia melakukan hubungan seksual yang tidak baik, ya bisa jadi akan terkena kanker serviks. Karena bagaimanapun juga memiliki pola hidup sehat dan menghindari hal-hal yang menjadi penyebab kanker serviks merupakan kunci utama supaya  tidak terjangkit oleh penyakit tersebut,” tambahnya.

Tahukah anda bahwa vaksin kanker seviks juga baik untuk pria? Ya, vaksin ini memang tak hanya untuk wanita saja, tetapi juga untuk pria. Pemberian vaksin pada pria dapat membantu untuk melindungi dan mengurangi penularan virus HPV yang bisa menjadi penyebab kanker serviks pada pasangan seksualnya. Pemberian vaksin yang ideal untuk pria adalah sejak usia remaja. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit dan virus sebelum pria tersebut melakukan kontak hubungan seksual. Dan pada usia remaja daya tahan tubuh yang dimiliki masih tergolong kuat untuk terhindar dari HPV. Jumlah vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dengan cara dosis kedua diberikan satu bulan setelah pemberian vaksin pertama dan dosis terakhir akan diberi sekitar 3 bulan usai penyuntikan dosis yang kedua.

Setelah seseorang sudah menikah dan sudah mencapai usia 30 tahun, vaksin HPV ini harus dikombinasikan dengan ‘Pap Smear’ yang dilakukan satu tahun sekali. Pemberian vaksin ini hanya bersifat untuk mencegah dan menambah kekebalan tubuh. Kembali lagi kepada tergantung dengan pola hidup yang dijalani oleh orang tersebut. Namun, hal ini bukan berarti menunjukan bahwa vaksin HPV gagal dan tidak berguna.

“Sebenarnya kanker serviks ini susah untuk sembuh, namun biasanya ada beberapa cara untuk memperbaiki keadaannya saja,” ujar Rini. Ada tiga cara untuk pengobatan pada orang yang telah mengalami kanker serviks. Tiga cara diantaranya yaitu dengan melakukan operasi, radioterapi dan kemoterapi. Dari ketiga cara itu dapat dikombinasikan pengobatannya. Tetatpi, dengan melakukan tiga cara tersebut belum tentu pengidap kanker serviks dapat dikatakan sembuh total. Jadi, cara tersebut hanya untuk memperbaiki keadaan bagi pengidap kanker.

Dyah Ayu Anggraeni, salah satu mahasiswa D-3 Kebidanan tingkat akhir di Poltekkes RS dr. Soepraoen, akan memaparkan beberapa penyebab dan risiko yang terjadi pada kanker serviks. Penyebab yang paling utama adalah berhubungan kontak fisik atau seksual tidak hanya dengan satu pasangan yang sah saja dan sering berganti-ganti pasangan seksual. Penyebab kedua, melakukan hubungan seks belum pada waktunya. Seperti saat usia masih di bawah umur dan belum menginjak dewasa, karena dalam usia ini rahim maupun leher rahim belum siap untuk dibuahi. Penyebab ketiga, tidak melakukan vaksin. Kita tidak tau apa yang akan terjadi pada diri kita di usia mendatang, maka dari itu lebih baik mencegah daripada mengobati dengan memperoleh vaksin yang cukup.

Faktor lain yang memicu terjadinya kanker serviks adalah wanita yang merokok. Wanita perokok akan berisiko tinggi terserang kanker serviks dibanding wanita yang tidak merokok. Karena, zat kimia yang terkandung di dalam rokok dapat masuk ke aliran darah, memengaruhi sel tubuh dan dapat menyebabkan kemandulan. Dan faktor yang terakhir adalah wanita yang melahirkan lebih dari lima kali, melahirkan saat ia masih berusia di bawah 17 tahun, obesitas, kurang mengkonsumsi buah dan sayur, mengkonsumsi obat penggugur janin dan memiliki riwayat penyakit kanker serviks di keluarga.

Maka dari itu, pemberian vaksin HPV sejak remaja akan sangat membantu kita dalam mencegah dan mengurangi angka kematian pada wanita yang disebabkan karena terserang kanker serviks. Namun, bukan berarti seseorang yang sudah melakukan vaksin HPV bisa bebas melakukan hal-hal yang menjadi penyebab kanker serviks, karena merasa tidak akan terkena kanker serviks. Hal ini merupakan pemikiran yang salah besar. Menjaga pola makan yang sehat dan memiliki gaya hidup yang sehat pula adalah kunci utama dari terbebasnya akan segala macam penyakit. (YAP)

Write A Comment