Univoxpops

Sekolah TK dengan Biaya Fantastis, Worth it?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Orang tua mana sih yang tidak menginginkan anaknya untuk masuk ke lembaga pendidikan yang terbaik? Tentu saja ingin bukan? Ya, karena pendidikan merupakan aset penting dalam hidup manusia. Tak hanya pada saat dewasa saja, tetapi pendidikan juga sudah harus dikenalkan oleh orang tua kepada anak sejak dini. Upaya ini dilakukan untuk membiasakan diri dan mengembangkan pola pikir pada anak. Pendidikan pada anak biasanya diawali dengan masuk Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK).

Meski TK termasuk dalam step awal dari terjunnya anak di dunia pendidikan, namun siapa sangka jika biaya yang dikeluarkan ternyata tidak sedikit. Semakin orang tua menginginkan TK yang terbaik untuk anaknya, semakin mahal pula biaya pada TK tersebut. Bahkan bisa mematok harga dari belasan hingga puluhan juta rupiah. Kepada Mutiara Happy Lucyastuti, Jurnalis Unipedia, terdapat enam orang tua yang menyekolahkan anaknya ke beberapa TK mahal di daerah Jabodetabek untuk menyampaikan pendapatnya mengenai “Apakah TK Mahal itu Worth it?”

Enam orang diantaranya adalah Lasma (33) Broker Saham asal Bekasi, Winer Sianipar (35) Karyawan asal Jakarta, Bella Donna (38) Ibu Rumah Tangga asal Jakarta, Martin (33) Karyawan asal Jakarta, Pestari (43) Ibu Rumah Tangga asal Jakarta dan Ramoti Hans (35) Lawyer asal Jakarta.

Sejak kapan anak anda memasuki pendidikan Taman Kanak-Kanak ?

Lasma: 3 tahun.

Winer Sianipar: 5 tahun.

Bella Donna: 5 tahun.

Martin: 4 tahun.

Pestaria: 4 tahun.

Ramoti Hans: 3 tahun.

Dimana TK yang anda pilih untuk pendidikan anak anda?

Lasma: TK Katolik 3 Penabur, Jakarta.

Winer Sianipar: TK Mutiara Indonesia Internasional, Bekasi.

Bella Donna: TK Budhaya 2 Santo Agustinus, Jakarta.

Martin: TK Pangudi Luhur, Jakarta Selatan.

Pestaria: TK Mutiara Indonesia Internasional, Bekasi.

Ramoti Hans: TK ABC Kids, Kota Depok.

Menurut anda, apakah “worth it” mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk pendidikan anak di jenjang TK? Berikan alasannya! 

Lasma: Worth it.

Winer Sianipar: Worth it, supaya tumbuh kembang anak menjadi baik dan bagus.

Bella Donna: Ya. Dengan menempuh pendidikan di TK anak akan dapat memulai sosialisinya. Tidak kaget lagi saat harus belajar di jenjang SD.

Martin: Worth it, karena dengan adanya fasilitas dan kinerja guru yang bagus dan baik dapat mempengaruhi perilaku anak.

Pestaria: Ya worth it, agar karena saya ingin memberikan pendidikan dengan fasilitas dan sdm yang bagus untuk anak saya.

Ramoti Hans: Worth it sekali ya menurut saya, karena berbagai fasilitas, guru dan lingkungan sekitar menjadi pengaruh baik buat anak saya.

Mengapa anda memutuskan untuk memasukan anak anda ke sekolah TK saat ia masih berusia dini?

Lesma: Agar memiliki persiapan masuk SD dan memiliki kehidupan sosial.

Winer Sianipar: Mempersiapkan diri ke jenjang selanjutnya.

Bella Donna: Untuk mempersiapkan dirinya sebelum masuk ke SD.

Martin: Bukan hanya pendidikan dari dalam rumah saja, karena saya ingin anak saya mampu bersosialisasi dengan lingkungan disekitar dengan baik dan menjadi anak yang mempunyai perilaku sopan santun terhadap orang-orang disekitar.

Pestaria: Ingin memberikan yang terbaik untuk anak.

Ramoti Hans: Bisa bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungan.

Bagaimana perkembangan anak anda ketika memasuki pendidikan Taman Kanak-Kanak yang cukup mahal ?

Lesma: Bagus.

Winer Sianipar: Sangat signifikan pada perkembangan anak saya.

Bella Donna: Jadi lebih bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitar, lebih lancar membaca, mengetahui huruf dan angka.

Martin: bagus dan aktif mampu bersosialisasi bersama temannya dengan baik.

Pestaria: Memiliki rasa bersosialisasi dan tanggung jawab, bisa menghitung teknik cara cepat atas bantuan dari bimbingan guru.

Ramoti Hans: Menjadi aktif, cepat tanggap dan menjadi pribadi yang baik.

Lantas bagaimana dengan tanggapan masyarakat umum tentang adanya Taman Kanak-Kanak dengan biaya yang cukup fantastis ini? Apakah pendapat mereka sama atau justru sebaliknya?

Terdapat enam orang yang menyampaikan pendapatnya, diantaranya adalah Winess Evelyn (20) Pramugari asal Jakarta, Edwin (22) Karyawan asal Malang, Tata (25) Ibu Rumah Tangga asal Kota Batu, Rizal (25) Arsitek asal Bekasi, Adhi (29) Karyawan asal Jakarta, dan Olif (27) Karyawan asal Jakarta.

Apakah anda bersedia jika memasukan anak anda ke Sekolah TK yang dikenal memiliki biaya yang cukup fantastis? Berikan alasannya!

Winess Evelyn: Ya, bersedia.

Edwin: Tidak. Cukup yang biasa saja.

Tata: Melihat kebutuhan anak.

Rizal Fahmi: Bersedia, melihat kebutuhan anak.

Adhi: Tidak.

Olif: Tidak. Karena tidak perlu mahal, yang penting tepat dan cocok dengan karakter anak, serta pendidikan yang diterima si anak.

Menurut anda, apakah Sekolah TK yang mahal itu “worth it” atau sebaliknya? Mengapa?

Winess Evelyn: Ya. Karena didalam TK diajarkan dasar pelajaran yang nantinya akan berpengaruh ke masa depan anak. Jadi saya ingin pelajaran dasar yang anak saya terima itu berkualitas.

Edwin: Bisa jadi. Karena biasanya jika mahal sesuai dengan kualitas jasa yang diberikan.

Tata: Iya. Karena sesuai dengan fasilitas yang di berikan dan kebutuhan pendidikan anak yang sesuai eranya.

Rizal Fahmi: Worth it, karena memberikan yang terbaik untuk anak.

Adhi: Tidak worth it, karena setiap pendidikan setara sama saja.

Olif: Ya, karena mungkin dengan kurikulum dan metode belajarnya yang agak berbeda dengan TK biasa serta sudahnya ‘berstandard internasional’ sehingga membuat TK mahal tersebut lebih worth it dibanding TK biasa.

Bagaimana tanggapan anda tentang adanya Sekolah TK dengan biaya yang cukup mahal?

Winess Evelyn: Menurut saya, jika suatu lembaga pendidikan termasuk mahal pasti fasilitas dan pembelajaran yang diberikan sesuai dengan harga yang dibayarkan. Jadi saya setuju saja.

Edwin: Selama worth it tidak apa-apa.

Tata: Mahal tergantung dengan fasilitas dan kualitas pendidik dan sekolah.

Rizal Fahmi: Tanggapan saya, selama fasilitas dan edukasi yang layak diberikan sama anak sesuai budget dikeluarkan tidak masalah.

Adhi: Tidak penting, karena Taman Kanak-Kanak belajarnya cuma beberapa jam atau sebentar, jadi kalo lembaga pendidikan yang mahal itu tidak worth it bagi saya.

Olif: Menurut saya itu terlalu berlebihan. Karena untuk TK yang biasa saja juga sudah bagus dengan metode belajar yang bagus dan baik.

TK merupakan lembaga pendidikan formal atau bisa disebut prasekolah untuk mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap, serta perilaku dengan cara yang menyenangkan. Dan dengan bersekolah, anak bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya. Anak menghabiskan waktunya di sekolah selama 3 – 4 jam. Bisa disebut juga bahwa lembaga pendidikan dan guru merupakan rumah dan orang tua kedua untuk anak.

Sebagian besar responden menyatakan bahwa TK mahal memang worth it, karena fasilitas yang diberikan oleh TK tersebut sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Anak mendapatkan fasilitas dan lingkungan yang baik dari guru yang professional hingga kurikulum yang didapatkan juga berkualitas. Karena TK memiliki konsep belajar sambil bermain, maka dengan adanya lingkungan dan bangunan sekolah yang nyaman untuk anak akan membuta ia dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Dab juga didukung dengan fasilitas dan sistem pembelajaran yang berkualitas.

Tetapi, beberapa responden menganggap bahwa tidak perlu menyekolahkan anaknya ke sebuah lembaga pendidikan yang mahal. Karena, mereka menganggap metode pembelajaran yang diberikan masih setara dengan sekolah biasa. Untuk itu, orangtua perlu hati-hati dalam memilih sekolah, bukan hanya sekedar gengsi saja untuk memilih sekolah pada buah hati. Tetapi, perlu juga diperhatikan tumbuh kembang anak baik secara akademis, sosial dan rasa nyaman anak. (ARA)

Sumber Gambar : economy.okezone.com

Mutiara Happy
Author

Write A Comment