Healthypedia

Makanan Sehat untuk Anak

Pinterest LinkedIn Tumblr

Siapa sih yang tidak ingin memiliki tubuh yang sehat dan kuat? Ya, setiap orang pasti menginginkan hal tersebut, terutama orang tua khususnya para ibu kepada sang buah hati. Tubuh yang sehat dan kuat adalah dambaan bagi para ibu pada anaknya, karena ibu akan merasa bahagia jika anak yang ia sayangi dapat bergerak aktif dan tumbuh menjadi anak yang cerdas. Lalu, sebenarnya bagaimana standard makanan sehat yang baik untuk anak?

Standard makanan sehat yang baik untuk anak tidak hanya sekedar seberapa higienis dan lezat makanan tersebut. Seperti frozen food yang terbungkus secara rapi dan junk food yang selalu menggiurkan, termasuk ke dalam makanan yang tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi secara terus-menerus. Karena, mengandung pengawet dan tidak dipertimbangkan apa saja zat yang terkandung dalam makanan tersebut.

“Makanan sehat yang baik dikonsumsi untuk anak adalah yang sesuai dengan triguna makanan. Seperti umbi-umbian, buah-buahan dan sumber nabati,” ujar Titit Apriska Ramelidiya, Ahli Gizi di Puskesmas Bubulan, Kab. Bojonegoro.

Titit Apriska memberikan penjelasan secara detail apa saja makanan sehat yang tergolong dalam triguna makanan.

Pertama, sumber zat makanan sebagai tenaga untuk menunjang aktivitas sehari-hari adalah makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, seperti umbi-umbian, roti, kentang, sagu dan jagung.

Kedua, sumber zat makanan sebagai pengatur untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ adalah sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin serta mineral.

Ketiga, sumber zat makanan sebagai pembangun untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak adalah makanan dari sumber nabati, sumber hewani dan kacang-kacangan.

“Tidak ada dosis tertentu dalam memberikan asupan makanan tersebut kepada anak. Yang penting cukup,” jelas Titit Apriska.

Perlu diketahui jika tubuh yang sehat tidak selalu ditandai dengan postur tubuh yang gemuk, karena gemuk belum tentu menandakan tercukupinya gizi dalam tubuh anak tersebut. Tubuh yang sehat ditandai dengan bertambahnya berat badan dan tinggi badan yang proporsional serta sesuai dengan umurnya.

Jika anak diberikan asupan makanan yang berlebihan, meski sudah sesuai dengan triguna makanan, dampaknya anak akan mengalami penyakit obesitas. Sedangkan, jika anak kekurangan asupan makanan yang sehat dan bergizi, maka anak akan mengalami masalah gizi dan kurang gizi, seperti busung lapar.

“Saya selalu berusaha untuk memberikan porsi makanan sehat yang cukup untuk anak saya sesuai dengan usia dan pertumbuhan yang sedang ia alami. Kemudian, saya juga sangat memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak saya. Harus higienis dan bergizi,” ujar Yana Recta, Ibu dari tiga anak yang berusia balita.

“Jadi saya menghindari untuk memberikan makanan seperti chiki, junk food, cilok, minuman kemasan dan makanan instant kepada anak saya. Lebih baik saya masak sendiri di rumah, karena lebih terjamin dalam segi kebersihan dan kadar gizinya,” tambahnya.

Selain makanan sehat, terdapat juga makanan yang harus dihindari untuk dikonsumsi oleh anak. Titit Apriska menjelaskan bahwa makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi anak adalah makanan yang banyak mengandung MSG/micin, makanan yang mengandung bahan pengawet dan makanan yang banyak zat pewarna.

Maka dari itu, sudah semestinya orang tua perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anaknya. Berikan makanan dengan porsi dan kandungan gizi yang cukup, karena makanan sehat dan bergizi sangat berpengaruh untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. (BN)

Bunga Nadzifa
Author

Write A Comment