Lifepedia

Sekolah dengan Konsep Belajar “Stay at Home”

Pinterest LinkedIn Tumblr

Pendidikan bukan lah suatu hal yang asing didengar. Sekolah dengan konsep belajar di rumah atau stay at home ini menjadi salah satu sekolah alternatif bagi anak yang memiliki kesibukan tertentu atau kebutuhan khusus tertentu. Aktivitas belajar yang biasanya dilakukan di sekolah, semua dialihkan di rumah dengan sistem private. Sehingga tidak akan menghalangi anak yang tidak bisa pergi ke sekolah setiap hari untuk belajar.

“Aku sudah memutuskan homeschooling sejak duduk di bangku SMP. Di homeschooling ini, dalam satu minggu aku nggak setiap hari harus belajar, jadi hanya tiga hari saja. Itu pun Cuma sekitar 2 jam,” ujar Fransiscus Thobias, salah satu peserta didik di Sun Homeschooling Jakarta.

“Aku juga nggak diharuskan buat belajar semua mata pelajaran seperti sekolah formal, jadi aku cuma belajar mata pelajaran yang dibuat UN aja,” lanjutnya.

Suatu hal yang awalnya tidak mudah bagi Fransiscus Thobias untuk memutuskan menempuh pendidikan homeschooling ini ternyata berakhir dengan hasil yang baik. Karena, dengan tidak dibutuhkannya waktu belajar yang lama dalam sehari, membuat Frans jadi memiliki banyak waktu senggang dan bisa mengasah bakatnya di luar mata pelajaran sekolah. Selain itu juga membuat Frans menjadi lebih dekat dengan keluarga di rumah.

Lalu, bagaimana proses pembelajaran yang diterapkan pada sistem homeschooling? Salah satu lembaga homeschooling yang berada di Kota Malang yaitu Homeschooling Mayantara, memberikan penjelasan terkait sistem homeschooling. Proses pembelajaran yang diterapkan oleh Homeschooling Mayantara Malang ini menggunakan sebuah pendekatan Student Centered Learning, yang mana pembelajaran mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian dan kebutuhan peserta didik. Sementara itu, bahan atau materi pembelajaran didapatkan berdasarkan pengalaman dan hal-hal yang berada didekat peserta didik. Hal tersebut bisa lebih memudahkan peserta didik dalam memahami pelajaran. Di sisi lain, pengajar beralih fungsi menjadi fasilitator maupun motivator bagi peserta didik, tidak lagi menjadi sumber pengetahuan utama saja.

Rosyidiana, salah satu staff Homeschooling Mayantara Malang akan memaparkan kekurangan dan kelebihan dari homeschooling. Kekurangan yang dimiliki adalah:

Pertama, adanya resiko kesulitan kerja tim disebabkan jumlah siswa terbatas. Namun, tidak semua siswa mengalami kesulitan bekerja tim. Hal tersebut dapat dicermati dalam kemampuan bersosialisasi masing – masing siswa ketika pembelajaran kelompok.

Kedua, butuh tanggung jawab dan keterlibatan total orang tua. Dalam homeschooling tentu orang tua terlibat secara aktif, peran orang tua lebih dominan dan sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak. Karena anak akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, sehingga membuatnya lebih dekat dengan orang tua dan keluarganya.

Ketiga, jika ada permasalahan pribadi atau massalah dengan keluarga, secara tidak langsung dapat mempengaruhi proses belajar.

Keempat, adanya resiko kurangnya memahami proses kompetisi. Hal tersebut dipengaruhi kelompok belajar kecil yang diterapkan pada kelas. 

Sedangkan untuk kelebihan yang dimiliki homeschooling adalah:

Pertama, sosialisasi lintas usia. Karena di dalam suatu lembaga tak hanya bergaul dengan teman sebaya saja, tetapi juga dengan yang lebih muda bahkan lebih tua.

Kedua, waktu dan model belajar menjadi fleksibel. Waktu dan model pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan dan keinginan peserta didik lalu dapat menyesuaikan dengan gurunya.

Ketiga, terhindar dari pengaruh buruk sekolah, seperti bullying. Karena dalam proses pembelajaran selalu diawasi dan dikontrol oleh orang tua.

Keempat, lebih fokus. Karena saat belajar hanya terdapat sedikit siswa dalam ruangan, sehingga membuat proses belajar lebih fokus. Kemudian siswa juga dapat fokus pada potensi yang dimilikinya dengan menggali bakat dan minatnya dari program-program non akademis yang diadakan lembaga.

Kelima, mudah beradaptasi dan menerapkan teori dalam praktik nyata. Sebab kegiatan belajar berdasarkan aktivitas keseharian.

Dengan begitu, jika dilihat dari berbagai sudut pandang ternyata homeschooling memiliki kekurangan dan kelebihan. Hal ini terjadi, karena waktu dan ruang lingkup pendidikan homeschooling yang jauh berbeda dengan pendidikan formal pada umumnya. Namun, bukan berarti dengan berbeda akan terlihat asing. Justru dengan berbeda akan ada pengalaman yang lebih berkesan. Homeschooling akan jadi pilihan yang tepat untuk kalian yang ingin mengasah potensi non-akademik kalian dengan maksimal. Jadi, tidak perlu takut untuk ikut homeschooling ya! (YAP)

Sumber Gambar : kompas.com

Write A Comment