Healthypedia

Kenali Bahaya Obesitas Pada Anak Usia Dini dan Cara Mencegahnya

Pinterest LinkedIn Tumblr

Tahukah anda apa itu obesitas? Obesitas adalah kondisi upnormal seseorang yang diakibatkan dari meningkatnya lemak secara berlebihan dalam tubuh. Pada anak usia dini yang mengalami obesitas, selain dapat mempengaruhi kesehatannya juga dapat mempengaruhi psikisnya, yaitu depresi dan rasa rendah diri serta mengalami penurunan akademik di sekolah. Beberapa orang tua beranggapan bahwa anak usia dini yang memiliki badan gendut itu lucu dan menggemaskan. Namun, ternyata anak usia dini yang mengalami obesitas ini sangat berbahaya.

Saat ini angka obesitas pada anak di Indonesia sudah cukup tinggi. Indonesia masuk dalam 17 negara dalam permasalahan gizi kompleks. Hal ini dikarenakan semakin banyak anak yang kurang pengawasan dari orang tua dan mengkonsumsi makanan berkalori tinggi namun rendah kandungan akan gizi, seperti junk food atau makanan cepat saji.

”Kalori yang terkandung pada junk food ini sangat tinggi. Namun, gizi yang terkandung sangat rendah. Justru kandungan lemak jenuh yang banyak terdapat dalam makanan tersebut membuat anak mengalami obesitas,” jelas dr. Andi Mulyanto. SP.A, salah satu dokter senior spesialis anak di RSUKH Kota Batu.

“Untuk itu, keluarga adalah orang yang berperan penting untuk mencegah hal ini. Supaya tidak terjadi obesitas pada anak dan diharapkan keluarga mampu mengatur serta memilih asupan gizi anak. Dimasa pertumbuhan, anak itu selalu membutuhkan asupan gizi yang cukup, seperti karbohidrat, protein, vitamin, lemak, serat dan air mineral,” lanjutnya.

dr. Andi Mulyanto. SP.A akan membeberkan tentang bahaya dan faktor penyebab obesitas pada anak. Bahaya dari anak yang mengalami obesitas, yaitu:

Pertama, kompikasi fisik seperti penyakit jantung. Peningkatan aliran darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, hal tersebut akan menjadi penyebab awal penyakit jantung. Lalu diabetes, disebabkan dengan pola makan yang berantakan dan selalu mengkonsumsi yang manis-manis.

Kedua, komplikasi sosial dan emosional seperti depresi. Keadaan ini sering kali terjadi pada anak yang mengalami obesitas dengan ciri-ciri sering murung dan sering menangis yang mengakibatkan anak kehilangan semangat dalam beraktivitas.

Ketiga, masalah interaksi sosial, biasanya anak yang mengalami obesitas cenderung mendapat stigma dan kurangnya diterima di lingkungan teman sebaya. Memiliki pemikiran yang negatif, diskriminasi dan biasanya mendapat bully yang dimana perilaku seperti ini tidak semestinya dilakukan oleh anak usia dini.

Keempat, merasa minder atau kurang percaya diri. Anak yang mengalami obesitas cenderung merasa rendah diri bahkan kehilangan rasa percaya dirinya, karena ia merasa berbeda dengan teman lainnya.

Kemudian, untuk faktor penyebab yang umumnya terjadi pada anak obesitas adalah:

Pertama, faktor genetik. Fakor ini merupakan faktor keturunan dari keluarga yang sangat sulit untuk dihindari.

Kedua, sering konsumsi junk food. Makanan cepat saji juga menjadi salah satu penyebab dari obesitas. Orang tua yang sibuk sering menggunakan makanan junk food untuk konsumsi sehari-hari anak dengan alasan tidak mau repot. Maka hal ini akan memberikan dampak negatif pada anak.

Ketiga, minuman perasa. Sama halnya dengan makanan cepat saji, tetapi ini berupa minuman. Minuman perasa yang beredar di pasaran banyak yang menggunakan pemanis buatan, sehingga membuat kandungan gula yang tinggi. Biasanya minuman perasa selalu menggunakan pewarna dengan tampilan warna yang mencolok, sehingga membuat anak akan tergiur dan menggemari minuman perasa. Lebih baik biasakan anak untuk minum air mineral.

Keempat, kurang aktifitas fisik. Saat ini anak jarang untuk melakukan aktifitas fisik, seperti berlari, lompat atau gerakan yang lain. Hal ini disebabkan karna anak sudah terserang gadget. Sehingga, aktivitas olahraga sudah digantikan oleh gadget yang hanya dilakukan dengan duduk dan tidak ada pergerakan.

“Supaya anak tidak mengalami obesitas, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua, seperti pola makan dan selalu memberi kegiatan pada anak supaya tetap beraktivitas normal,” jelas Ratna Ningsih. Sp.Kep.Anak, Spesialis Perawat Anak di Kedungtuban Blora.

Berikut merupakan pola makan sehat yang harus diterapkan pada anak usia dini supaya tidak mengalami obesitas.

(1) Protein. Pilihlan makanan yang memiliki kandungan protein tinggi seperti telur dan ikan.

(2) Karbohidrat. Pilih karbohidrat kompleks seperti roti gandum dan beras merah.

(3) Sayur dan buah. Biasakan dan selalu usahakan setiap hari anak lebih sering mengkonsumsi sayur dan buah. Hal ini juga akan memperlancar pencernaan pada tubuh anak.

(4) Proses pengolahan makanan. Jangan terlalu sering memberi olahan makanan yang digoreng, lebih baik memberi makanan yang di bakar, rebus atau kukus.

(5) Batasi makanan jun food. Jangan terlalu sering membiasakan memberi makanan pada anak dengan makanan junk food.

Lalu, ada juga beberapa kegiatan untuk mencegah supaya tidak terjadi obesitas, seperti selalu membiasakan anak untuk makan di tempat makan,  jangan membiarkan anak makan di depan televisi atau dengan bermain. Melakukan kegiatan fisik diluar rumah atau olahraga, supaya anak tidak cenderung main dengan gadget yang tidak ada pergerakan. Seperti berjalan kaki pagi hari dan sore hari, bersepedah dan berenang. Dan selalu memberi perhatian pada anak dan pengawasan yang ketat.

Itulah beberapa point penting dalam bahaya, menghindari dan mencegah obesitas yang bisa terjadi pada anak. Mengatasi hal tersebut memang tergantung pada pola dan gaya hidup yang diterapkan oleh orang tua kepada buah hati. Beri motivasi dan dorongan kepada anak untuk selalu hidup sehat. Karena pada dasarnya mencegah memang jauh lebih baik daripada mengobati. (YAP)

Write A Comment