Univoxpops

Boarding School Lebih Baik dari Sekolah Biasa. Benarkah?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sekolah asrama atau yang saat ini dikenal dengan boarding school adalah sekolah yang memiliki konsep dan sistem pendidikan mix antara sekolah umum dengan pondok pesantren. Jadi, di boarding school sendiri selain siswa mendapatkan pelajaran agama layaknya pondok pesantren, juga mendapatkan pelajaran umum yang sesuai dengan bentuk kurikulum pendidikan di Indonesia. Selain itu, di boarding school juga tetap ada Ujian Akhir Nasional (UN) lengkap dengan ijazah resmi dari dinas pendidikan.

Di sisi lain, sekolah dengan gaya boarding school pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Lalu, bagaimana pandangan masyarakat mengenai boarding school? Apakah menurut mereka boarding school lebih baik dari sekolah biasa atau justru sebaliknya? Kepada Nadhif Shadiq, Jurnalis Unipedia, terdapat 11 orang yang menyampaikan pendapatnya mengenai boarding school.

 Sebelas orang diantaranya adalah Muslimin Aminun (41) Karyawan Swasta asal Malang, Achmad Shadiq (52) Wiraswasta asal Malang, Jenny Sukardi (49) Ibu Rumah Tangga asal Malang, Arief Prasetyo (28) Karyawan Swasta asal Malang, Syahreza A.P (27) Karyawan Swasta asal Malang, Farida Agustina (46) Ibu Rumah Tangga asal Surabaya, Raihan (17) Siswa SMA asal Malang, Reza Akbar (23) Mahasiswa asal Malang, Robby Aldian (20) Mahasiswa asal Jakarta, Rheno Wirya (23) Mahasiswa asal Malang dan Firda Aulia (23) Mahasiswa asal Malang.

Jika boarding school dikatakan lebih baik dari sekolah biasa, apakah anda setuju?

Muslimin: Jika kedua orang tuanya bekerja, saya setuju.

Achmad: Setuju, karena anak mendapatkan ilmu agama dan pengetahuan umum seimbang.

Jenny: Tergantung pada kondisi keluarga, jika orangtua tidak bisa mengawasi dengan optimal saya setuju.

Arief: Tidak setuju, karena orangtua tidak bisa mengawasi apa yang dilakukan anak di sekolah.

Syahreza: Setuju, karena akan mendapatkan ilmu agama dengan baik.

Farida: Kalau orangtua sama sama kerja, saya setuju.

Raihan: Tidak setuju, karena anak tidak bisa setiap hari ketemu orangtua.

Reza: Setuju, karena anak akan lebih aman dengan pengawasan guru 24 jam.

Robby: Tidak setuju, menurut saya anak perlu main dan bersosialisasi di luar.

Rheno: Tidak setuju, hubungan anak dan orang tua akan jauh.

Firda: Jika orangtua bisa mengawasi anaknya, saya tidak setuju.

Menurut anda, apa kelebihan dari boarding school jika dibandingkan dengan sekolah biasa?

Muslimin: Siswa diberikan pelajaran tambahan lainnya terutama masalah keagamaan yang bertujuan membentuk karakter siswa menjadi lebih baik.

Achmad: Mendapat ilmu agama dan pengetahuan umum secara seimbang.

Jenny: Siswa akan mendapat ilmu agama yang sangat cukup dan siswa lebih mudah dikontrol saat boarding school.

Arief: Anak akan lebih mudah diawasi.

Syahreza: Tentu anak akan mendapatkan ilmu agama yang lebih baik daripada sekolah biasa.

Farida: Anak akan lebih mudah untuk beradaptasi dengan temannya dan anak juga dilatih untuk memiliki sifat mandiri.

Raihan: Anak jadi lebih faham tentang agama.

Reza: Pengetahuan umum dan agama akan seimbang.

Robby: Menjadi terbiasa untuk hidup berbagi dengan teman.

Rheno: Anak jadi lebih mandiri, karena tidak selalu bergantung kepada orangtua.

Firda: Melatih sifat mandiri pada anak.

Menurut anda, apa alasan orangtua menyekolahkan anaknya di boarding school?

Muslimin: Boarding school memberikan ilmu agama yang lebih dari sekolah biasa dan yang kedua biasanya kedua orang tuanya sama sama bekerja, sehingga kurang bisa memantau dan memberi edukasi pada anak secara maksimal.

Achmad: Karena ilmu agama yang didapatkan lebih dari sekolah biasa dan guru dapat mengawasi muridnya setiap waktu.

Jenny: Alasannya karena orangtua yang sibuk, mereka lebih memilih menaruh anaknya di sistem sekolah boarding school agar anak lebih terjamin.

Arief: Mungkin karena ilmu agama yang didapatkan bisa jauh lebih banyak dari sekolah biasa.

Syahreza: Orangtua menginginkan anak agar lebih mandiri.

Farida: Biasanya karena orang tuanya sibuk sehingga tidak bisa mengawasi anaknya dengan baik, maka boarding school adalah pilihannya.

Raihan: Ilmu agama lebih baik jika di boarding school.

Reza: Mungkin orang tua menginginkan anaknya memiliki ilmu agama yang baik.

Robby: Mungkin karena orang tuanya sibuk dan takut anaknya tidak ada yang mengawasi, jadinya boarding school menjadi pilihan.

Rheno: Banyak orang tua yang merasa tidak dapat mengajarkan anaknya tentang ilmu agama dengan baik dan mungkin juga orang tuanya sibuk sehingga khawatir anaknya tidak ada yang mengontrol.

Firda: Kedua orangtua sama sama bekerja dan tidak banyak memiliki waktu untuk anak mereka.

Menurut hasil pengumpulan data secara online melalui panggilan telepon dan pesan singkat tersebut, sebagian besar orang menganggap bahwa boarding school lebih baik jika dibandingkan dengan sekolah biasa dalam hal pendidikan agama. Selain itu, dengan menyekolahkan anak di boarding school dapat melatih kemandirian dan rasa tanggung jawab anak.

Sekolah dengan gaya boarding school menjadi pilihan dan solusi bagi para orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk menemani anak belajar dan bermain. Karena di boarding school anak akan mendapatkan kontrol dan pengawasan penuh dari guru yang dimana guru menjadi orang tua kedua bagi anak.

Namun, tidak sepenuhnya menyekolahkan anak di boarding school merupakan pilihan yang tepat. Karena, anak akan jauh dari keluarga dan akan jarang bertemu dengan keluarga membuat anak jadi tidak ada perasaan batin yang dekat dengan keluarga. Bahkan jika anak terlalu nyaman di sekolah, akan membuat anak merasa pulang ke rumah adalah hal yang membosankan.

Maka dari itu, peran orang tua sangat lah penting dan dibutuhkan dalam mengawasi serta mendidik anak pada masa pertumbuhannya. Tidak peduli anak sekolah di sekolah umum ataupun boarding school, orang tua tetap harus selalu ada untuk anaknya. Semua sekolah dengan sistem apapun itu baik, karena tujuan dari semua sekolah adalah untuk menuntut ilmu.(NS)

Sumber Gambar : smadwiwarna.sch.id

Nadhif Shadiq
Author

Write A Comment