Inspiratif

Yusril Mahasiswa UMM, dibalik Aplikasi SIMCOVID19ID yang Mendapat Penghargaan dari KEMENRISTEK-BRIN-RI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Corona virus atau COVID-19 yang mewabah sejak akhir 2019 di Kota Wuhan, China, telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO (World Health Organization). Banyak fenomena yang terjadi seiring mewabahnya virus tersebut. Seperti  himbauan stay at home yang ramai disuarakan oleh netizen Indonesia dengan tagar #dirumahaja, lalu physical distancing atau menjaga jarak, work from home atau bekerja dari rumah dan masih banyak lagi. Fenomena kewaspadaan terhadap COVID-19 juga memunculkan ide dan kreatifitas berbagai pihak untuk berlomba-lomba menyediakan informasi terkini seputar COVID-19. Salah satunya ialah mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang menciptakan inovasi aplikasi penyedia informasi seputar COVID-19.

Muhammad Yusril Hasanuddin, mahasiswa informatika UMM angkatan 2018 inilah yang menjadi penemu dibalik aplikasi SIMCOVID19ID dan telah mendapatkan penghargaan dari KEMENRISTEK (Kementrian Riset dan Teknologi) atau BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia). Nama SIMCOVID19ID merupakan kependekan dari Sistem Informasi Manajemen COVID-19 Indonesia. Smart Client merupaan inovasi unggulan dari aplikasi SIMCOVID19ID, dimana fitur tersebut memungkinkan user membuka aplikasi tanpa memerlukan akses internet dan data pada aplikasi akan diperbarui secara otomatis saat perangkat terhubung dengan internet.

“Inspirasi saya (dalam) memikirkan ide tersebut karena untuk mengakses sebuah website, mesti memerlukan jaringan internet yang stabil, ditambah dengan user interface (tampilan) pada situs ketika kita membukanya di browser hp, tampilannya tidak menyuguhkan user experience yang baik. Dalam artian sederhana, cenderung pengguna susah mengoperasikan situs tersebut dari HP (handphone) nya,” jelas Yusril.

“Untuk proses analisis membutuhkan tahap yang disebut sebagai testing. Saat ini kami belum sampai pada tahap tersebut, sehingga kami belum bisa menilai kekurangan dalam aplikasi ini,” tambahnya.

Tahapan yang dibutuhkan dalam merancang aplikasi SIMCOVID19ID tersebut dimulai dari identifikasi, desain, hingga implementasi membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Dan seluruh fitur yang terdapat dalam situs covid19.go.id yakni situs milik pemerintah, dikembangkan dalam aplikasi buatan Yusril berupa data sebaran COVID-19 perwilayah yang ditinggali user, pengembangan dari fitur tanya jawab yang disediakan situs covid19.go.id, laporan hoax seputar COVID-19 yang akan dikonfirmasi kebenarannya oleh admin, donasi, hingga pendaftaran relawan.

“Saya bekerja sama dengan Ricky Oktavian dan Bapak Haryady, Dosen Pemrograman Mobile,” ujar Yusril.

Dalam merancang aplikasi tersebut, Yusril mengaku tidak sendirian melainkan ia memiliki sebuah tim bersama teman dan juga dosennya. Karya inovasi aplikasi penyedia informasi seputar COVID-19 yang ia buat bersama teman dan dosennya itu mendapat penghargaan sebagai inovasi yang akan didukung, ditindaklanjuti hingga mendapat pendanaan dari KEMENRISTEK (Kementrian Riset dan Teknologi) atau BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia) yang tengah mengadakan IDEAthon Inovation COVID-19.

Dikutip dari malang-post.com, IDEAthon Inovation COVID-19 merupakan sebuah platform crowdsourching yang memungkinkan setiap orang untuk menyumbangkan bakatnya dalam memecahkan masalah kolektif baik lokal maupun global. Dalam pengumuman yang dipublish di laman resmi KEMENRISTEK (Kementrian Riset dan Teknologi) atau BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia), disampaikan bahwa KEMENRISTEK-BRIN-RI memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme serta partisipasi masyarakat Indonesia dalam penyampaian usulan Ideathon Indonesia 2020 yang bertemakan “Gotong Royong Melindungi Bangsa dari COVID-19”.

Yusril sendiri ternyata sebelumnya juga sudah pernah membuat beberapa aplikasi yang telah ia publish ke situs github.com/YusrilHasanuddin. Mahasiswa 19 tahun asal Buleleng, Bali ini juga membeberkan deretan penghargaan yang pernah ia terima, diantaranya ialah In Recognition of Completion of Learning Express in Malang Indonesia, Best Participant of The 16th Generation Personality and Leadership Formation Program, Malang 2018dan Selected Informatics Laboratory Assistant UMM since 2018.

Tak ingin cepat puas, Yusril mengatakan bahwa ia siap menerima masukan demi menyempurnakan aplikasi rancangannya. “Saya menerima semua masukan dari berbagai pihak yang nantinya dapat membangun aplikasi yang kami buat,” jelas Yusril. Himbauan untuk tetap di rumah dari pemerintah memang bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan, contohnya Yusril yang turut memutar otak demi menangani pandemi yang berdampak ke banyak orang. Tetap semangat berkarya walau dirumah saja ya! (KKY)

Sumber Gambar : umm.ac.id/id

Rizky Ayu
Author

Write A Comment