Uniopini

Perbedaan Kualitas Pendidikan di Pedesaan dan Perkotaan yang Tak Dapat Dinilai Secara Kasat Mata

Pinterest LinkedIn Tumblr

Berbicara tentang pendidikan, seluruh penduduk di Indonesia wajib mengikuti program belajar selama 12 tahun, yaitu 6 tahun pendidikan sekolah dasar (SD), 3 tahun pendidikan sekolah mengengah pertama (SMP) dan 3 tahun pendidikan sekolah menengah atas (SMA). Dalam perspektif Sosial Pendidikan Nasional, mengatakan bahwa faktor pendidikan menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa di suatu negara dan aspek penting dalam diri tiap individual. Karena, pendidikan merupakan pencetak generasi penerus bangsa. Oleh karena itu kualitas pendidikan menjadi permasalahannya.

Sistem pendidikan di Indonesia sendiri belum sepenuhnya sama rata. Ada beberapa aspek yang menjadi kesenjangan antara kualitas pendidikan di kota dan desa. Untuk menilai suatu pendidikan sudah baik apa tidaknya, dapat ditinjau dari beberapa penilaian. Tetapi, apakah salah satu penilaian mengenai kualitas pendidikan di ditinjau dari lokasi sekolah tersebut? Banyak orang mengatakan, bahwa sekolah yang ada di kota memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik daripada sekolah yang ada di desa.

Hal tersebut belum tentu benar adanya. Meski tidak dapat dipungkiri pula jika ada perbedaan kualitas pendidikan di perkotaan dan pedesaan. Karena, dari segi fasilitas pendidikan memang sekolah yang ada di kota dan di desa memiliki banyak perbedaan. Seperti salah satu contohnya adalah gedung sekolah di kota jauh lebih modern, sedangkan  gedung sekolah yang ada di daerah pelosok biasanya sangat memprihatinkan.

Gedung sekolah yang ada di desa banyak sekali yang ambruk, rusak dan sudah tak layak pakai. Sedangkan gedung sekolah yang berada di perkotaan selalu terlihat mewah. Seharusnya, sebagai sarana pembelajaran, sekolah harus memiliki gedung layak pakai dan fasilitas yang cukup memadai. Agar siswa mendapat kenyamanan pada saat pembelajaran.

Kemajuan teknologi diserap dengan bagus oleh anak-anak di kota, karena teknologi menjadi makanan sehari-harinya dan membuat anak tidak bisa lepas dari gadget.Saat ini anak yang sudah mendapatkan fasilitas yang diberikan oleh orang tua nya lebih memilih untuk bermain gadget ketimbang keluar ruah dengan bermain bersama teman sebayanya. Sementara di desa, menggunakan teknologi modern dan memiliki teknologi yang canggih merupakan sebuah impian.

Sekolah di kota memiliki banyak kemudahan, tetapi anak-anaknya tidak menunjukkan prestasi yang sepadan dengan apa yang telah dimilikinya. Di desa memiliki berbagai keterbatasan, sehingga memunculkan anak-anak berprestasi dan memiliki semangat belajar yang luar biasa supaya bisa mewujudkan cita-citanya.

Dilansir dari laman Liputan6.com , Perry Warjiyo pria kelahiran Sukorejo yang berasal dari desa dengan keluarga petani biasa. Hidup dengan berbagai keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menjadi orang sukses. Dengan semangat yang tinggi dan tekat untuk bisa menggapai cita-citanya, akhirnya Perry menjadi orang sukses. Saat ini Perry Warijoyo dipercaya untuk menjadi Gubernur BI dengan masa jabatan 2018-2023. Tak hanya menjabat sebagai Gubernur BI saja, Perry Wijaya juga menjadi dosen Pasca Sarjana di Universitas Indonesia bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi.

Dengan begitu dapat disimpulkan jika sekolah di kota dan di desa memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Sehingga lokasi sekolah tidak dapat dijadikan patokan nyata untuk menilai kualitas pendidikan pada sekolah tersebut. Inilah beberapa pengaruh yang dapat mempengaruhi kualitas pendidikan baik di kota maupun di desa, yaitu:

Pertama, lingkungan. Lingkungan dapat mempengaruhi kualitas pendidikan, karena dapat menjadi salah satu penentu sekolah baik atau tidaknya. Lingkungan yang tidak memperhatikan pendidikannya dengan artian menganggap bahwa pendidikan tidak penting tentu akan terjadi kurangnya daya tarik masyarakat sekitar untuk bersekolah. Sehingga kemajuan di daerah tersebut akan terhambat.

Kedua, kuantitas pendidik. Tak hanya kualitas pendidik saja, pendidik juga harus memiliki kuantitas. Pendidik yang memiliki kualitas dan kuantitas yang baik dapat menciptakan generasi penerus dengan bibit unggul.

Ketiga, media.  Dengan zaman yang semakin maju ini, media semakin canggih dan mudah didapat. Hal tersebut dapat membantu pendidik mendapat informasi yang akan disampaikan ke siswa. Sehingga media ini juga memiliki peran penting yang harus digunakan oleh pendidik.

Keempat, semangat belajar. Semangat belajar ini juga memiliki peran penting bagi pendidik dan anak-anak didik. Karena, hal ini sangat mempengaruhi akan keberhasilan. Tanpa adanya semangat, tidak akan membuat seseorang memperoleh sebuah pencapaian tinggi. Semangat belajar tinggi harus tetap dimiliki meski dalam kondisi kesusahan atau keterbatasan.

Jadi, kualitas pendidikan dapat dinilai dari proses pendidikan dan hasil pendidikannya. Satu hal lagi yang sangat mempengaruhi kualitas pendidikan adalah tergantung dari individu yang menjalani. Tidak peduli bagaimana megahnya bangunan sekolah tersebut, tetapi jika anak tidak memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan maka tidak membuat anak akan menjadi berhasil.

“Don’t judge something by the cover. Because, we never really know what the contains.” (YAP)

Sumber Gambar : youtube.com

Write A Comment