Lifepedia

Sederet Manfaat dan Tips Belajar

Pinterest LinkedIn Tumblr

Jika kalian mendengar kata belajar, apa yang ada dibenak kalian? Menyenangkan atau membosankan? Ya, belajar memang memiliki pantangan tersendiri ketika seseorang ingin melakukannya. Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang membosankan. Namun apakah kalian tau jika kita tidak belajar? Yang jelas kita akan menjadi orang yang miskin akan ilmu dan terjajah dengan kebodohan.

“Aku dulu adalah tipe anak yang belajar jika dibutuhkan saja, kayak kalau ada ujian. Tapi setelah ku coba untuk rajin belajar, ternyata aku menemukan banyak manfaat positif. Lebih mudah dalam mengingat, punya daya ingat yang kuat tahan dan yang jelas makin pintar,” ungkap Arvin yang saat ini sedang duduk di bangku kelas 2 SMP.

Belajar memang memiliki banyak manfaat, seperti membuat otak terbiasa untuk bekerja mengingat sehingga daya ingat akan semakin kuat, banyak membaca membuat lebih mengerti tentang banyak ilmu, terhindar dari kebodohan dan menambah banyak wawasan. Belajar adalah suatu aktivitas positif yang di mana semakin sering dilakukan, maka semakin banyak pula manfaat yang dirasakan.

Waktu belajar yang baik dan efektif adalah  pada pagi hari. Karena pada pagi hari kondisi tubuh dan pikiran masih dalam keadaan fresh setelah beristirahat semalaman dan juga keadaan memori otak masih kosong sehingga akan lebih mudah untuk menyerap dan menerima ilmu. Namun, bukan berarti belajar hanya bisa dilakukan di pagi hari saja, belajar bisa dilakukan hingga siang hari tetapi harus diselingkan dengan adanya time break. Supaya kinerja otak melakukan istirahat sejenak dan mengistirahatkan tubuh sehingga pikiran dan tubuh akan fresh kembali.

“Belajar emang paling enak kalau pagi, karena kan tubuh dalam keadaan fresh banget ditambah udara pagi yang segar itu bikin lebih santai dan rileks,” jelas Tis’a Arum Insani yang saat ini sedang duduk kelas 2 SMA.

“Kalau sudah agak siang badan mulai terasa berat dan capek, karena kan otak bekerja mikir terus ya. Tetapi kalau sudah jam istirahat, habis bercanda sama teman-teman dan makan bareng, semangatnya tuh balik lagi, jadi fresh lagi,” tambahnya.

Belajar yang baik  tidak hanya berdasarkan pada waktu yang efektif saja, tetapi juga dengan cara yang efektif supaya lebih menghasilkan manfaat dari belajar. Sistem kebut semalam merupakan hal yang tidak baik dilakukan, karena bisa membuat otak akan menjadi lebih setres dan tubuh mengalami kelelahan, sehingga apa yang diperoleh selama belajar akan tidak maksimal. Dilansir dari quipper.com, berikut adalah beberapa cara belajar yang efektif:

Pertama, rutin belajar meski hanya sebentar. Melakukan rutin belajar dan membaca merupakan salah satu cara yang paling efektif. Karena dengan melakukannya secara rutin maka daya ingat akan semakin kuat. Tetapi, jangan paksakan diri untuk belajar dalam waktu yang lama. Cukup 25-30 menit saja.

Kedua, perbanyak latihan soal. Dengan sering mengerjakan latihan soal, otak akan diasah untuk terus berlatih dan menggali hal-hal baru. Jika menemukan soal yang baru, maka akan juga mendapatkan ilmu yang baru. Sehingga wawasan akan semakin banyak bertambah.

Ketiga, pahami bukan menghafal. Baca dan pahami materi yang kamu butuhkan atau inginkan. Lalu buatlah rangkuman sederhana untuk menuliskan point-point penting dalam materi tersebut. Karena, dengan membaca lalu menuliskannya kembali akan membuat semakin lebih paham dengan materi tersebut.

Keempat atau terakhir, buatlah suasana ruangan senyaman mungkin. Jika kamu adalah tipe orang yang suka belajar dengan mendengarkan musik, maka putar saja musik-musik favoritmu. Namun, jika kamu lebih suka ruangan belajar yang hening, maka belajar di dalam kamar dengan keadaan rileks dan santai akan lebih memicu konsentrasi.

Carilah cara terbaik untuk membuat belajar kalian menjadi lebih santai dan menyenangkan. Jauhkan sistem kebut semalam dalam pola belajar kalian, karena tidak akan maksimal dengan apa yang didapatkan. “Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka terpaksa” — Arthur Wellesley. (BN)

Sumber Gambar : jd.id

Bunga Nadzifa
Author

Write A Comment